Analisis Pengaruh Solvabilitas, Derajat Desentralisasi, Kinerja Keuangan dan Kemandirian Keuangan Terhadap Financial Distress Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31851/jmwe.v22i4.19769Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini berupaya guna menganalisis pengaruh Solvabilitas, Derajat Desentralisasi Fiskal, Kinerja Keuangan, dan Kemandirian Keuangan terhadap Financial Distress pada 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Financial Distress merujuk pada kondisi di mana pemerintah daerah gagal menyediakan layanan publik yang memadai akibat keterbatasan anggaran, yang diidentifikasi melalui rasio belanja modal yang kurang dari 30%. Data yang dipergunakan berasal dari LKPD tahun 2019–2023 yang diperoleh dari website BPK RI dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 26. Temuan mnegindikasikan keempat variabel independen tersebut berdampak signifikan atas Financial Distress, baik secara parsial maupun simultan. Solvabilitas dan Derajat Desentralisasi berdampak positif, yang berarti peningkatan keduanya dapat memperbesar risiko Financial Distress apabila tidak disertai dengan pengelolaan anggaran yang efisien. Sebaliknya, Kinerja Keuangan dan Kemandirian Keuangan berpengaruh negatif, yang menunjukkan bahwa perbaikan pada kedua aspek tersebut mampu menurunkan risiko Financial Distress. Temuan ini menegaskan Financial Distress merupakan permasalahan yang kompleks serta memerlukan pengelolaan keuangan daerah yang menyeluruh untuk menjamin keberlanjutan layanan publik yang berkualitas.
Kata Kunci: : Financial Distress, Solvabilitas, Desentralisasi, Kinerja Keuangan, Kemandirian Keuangan.
ABSTRACT
This study examines the influence of Solvency, Degree of Fiscal Decentralization, Financial Performance, and Financial Independence on Financial Distress in 17 regencies and cities within South Sumatra Province. Financial distress refers to the inability to provide quality public services due to budget limitations, measured by a capital expenditure ratio of less than 30%. The study utilizes LKPD data from 2019–2023 obtained from the Audit Board of Indonesia (BPK RI) website and were analyzed employing multiple linear regression techniques with the aid of SPSS 26. The findings indicate that all of four variables significantly affect financial distress, both partially and simultaneously. Solvency and Fiscal Decentralization have a positive effect, suggesting that increases in these factors heighten the risk of financial distress in the absence of efficient budget management. Meanwhile, Financial Performance and Financial Independence show a negative effect, indicating that improvements in these areas reduce the risk of financial distress. These findings highlight that financial distress is a multifaceted issue that requires comprehensive local financial management to maintain the sustainability of high-quality public services.
Keywords : Financial Distress, Solvency, Decentralization, Financial Performance, Financial Independence.
References
Dewi, I. K., & Utama, A. G. S. (2022). Solvabilitas Pemerintah Daerah dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Fiskal. Dalam Fatmawati, A. et al. (2023). Jurnal Ekonomi Publik, 12(2), 75–83.
Eliza, N., Pratama, F., & Handayani, D. (2024). Desentralisasi Fiskal dan Financial Distress: Studi pada Pemerintah Daerah di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Kebijakan, 18(1), 45–56.
Fatmawati, A., Susanto, H., & Dewi, I. K. (2023). Solvabilitas Pemerintah Daerah dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Fiskal. Jurnal Ekonomi Publik, 12(2), 75–83.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26 (9 ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Halim, A. (2014). Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Ilahi, M. A., Wibowo, D. R., & Suryani, T. (2021). Kemandirian Fiskal dan Ketahanan Keuangan Daerah di Era Desentralisasi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah, 16(3), 123–135.
Karunia, N. (2016). Financial Distress Pemerintah Daerah: Sebuah Kajian Awal. Jurnal Administrasi Publik, 8(1), 91–102.
Kristanti, T. (2019). Analisis Tingkat Financial Distress pada Pemerintah Daerah. Jurnal Keuangan dan Kebijakan Publik, 7(2), 48–56.
Lailiyah, N., & Desitama, R. (2024). Efektivitas Belanja Modal dalam Menekan Financial Distress Daerah. Jurnal Ekonomi Daerah, 11(1), 33–41.
Lasmono, A., & Siregar, R. (2021). Agency Theory dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 9(2), 100–110.
Mahmudi. (2016). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik (Revisi). Yogyakarta: Andi.
Mariasmo. (2018). Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Financial Distress di Pemerintah Daerah. Jurnal Akuntansi Publik, 6(1), 14–23.
Pranoto, B., Rahayu, F., & Arifah, L. (2022). Kemandirian Keuangan Daerah sebagai Solusi Krisis Fiskal. Jurnal Fiskal dan Kebijakan Daerah, 5(1), 21–31.
Ritonga, I. T. (2014). Indikator Keuangan dalam Mengukur Financial Distress Pemerintah Daerah. Jurnal Anggaran dan Keuangan, 4(3), 55–65.
Sari, D. K. (2020). Kinerja Keuangan Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Daerah, 9(2), 61–70.
Sari, D. K., & Arza, F. (2019). Utang Daerah dan Risiko Financial Distress: Studi Empiris di Sumatera Selatan. Jurnal Akuntansi & Keuangan Daerah, 7(1), 85–96.
Sari, N., & Rahma, Y. (2021). Kinerja Fiskal dan Kemampuan Keuangan Daerah dalam Menekan Distress Keuangan. Jurnal Keuangan Publik, 8(2), 29–40.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.
Syahputra, I. (2017). Desentralisasi Fiskal dan Kemandirian Daerah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Regional, 5(1), 37–46.
Wibowo, T. (2022). Pengaruh PAD terhadap Ketahanan Fiskal Pemerintah Daerah. Jurnal Keuangan Daerah, 10(3), 118–125.
Wulandari, R., & Arza, F. (2020). Penyebab dan Dampak Financial Distress pada Pemerintah Daerah. Jurnal Tata Kelola dan Keuangan Daerah, 11(2), 44–53.
Zelmiyanti. (2016). Penerapan Agency Theory dalam Hubungan Pemerintah dan Masyarakat. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 3(1), 77–85.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Media Wahana Ekonomika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The copyright of the received article shall be assigned to the publisher of the journal licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License in line with the license, authors and any users (readers and other researchers) are allowed to share and adapt the material only for non-commercial purposes. In addition, the material must be given appropriate credit, provided with a link to the license, and indicated if changes were made. If authors remix, transform or build upon the material, authors must distribute their contributions under the same license as the original.




















