Garap Gerak Tari Amoi Karya Ayu Titis Rukmana Sari

Authors

  • Ratih Ayu Wahdani Pramiswari Institusi Indonesia Surakarta
  • Slamet Institusi Indonesia Surakarta
  • Sri Rochana Widyastutiningrum Institusi Indonesia Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31851/wpmzzj76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan garap gerak tari Amoi karya Ayu Titis Rukmana Sari. Masalah penelitian ini difokuskan pada garap gerak pada tari Amoi. Guna mendekati masalah ini penulis menggunakan acuan teori bentuk dari Widyastutiningrum untuk menguraikan permasalahan bentuk tari Amoi serta teori solah-ebrah menurut Slamet MD untuk menguraikan permasalahan garap gerak pada tari Amoi. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dianalisis dengan cara menyusun dan memilah seluruh data yang telah dikumpulkan kemudian dipilah berdasarkan fokus pembahasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk tari Amoi medeskripsikan tentang penari, gerak, karawitan, tata rias, properti, tata busana, tempat pementasan. Elemen-elemen tambahan berupa struktur sajian, properti, dan pola lantai serta gerak dalam tari Amoi merupakan hasil eksplorasi dari gerak Sandur, wayang thengul, dan gerak tari China.

Kata Kunci: Bentuk; Garap Gerak; Tari Amoi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akelba Christian, Symphony. 2017. “Identitas Budaya Orang Tionghoa.” Jurnal Cakrawala Mandarin Asosiasi Program Studi Mandairn Indonesia 1(1): 11–22. http://sp2010.bps.go.id/files/ebook/kewarganegaraan penduduk indonesia/index.html?pageNumber=18.

Anita. 2022. “Garap Tari Sang Kartini Karya Rajendro.” Greget Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol.21 No.1 21(1): 33–41.

Hadi, Sumandiyo Y. 2012. Koreografi: Bentuk - Teknik - Isi. Pertama. Yogyakarta: Dwi Quantum. https://books.google.co.id/books?id=r4CFDwAAQBAJ&printsec=frontcover&source=gbs_vpt_read#v=onepage&q&f=false.

Kinanti, Sekar A. 2025. Garap Gerak Tari Jatilaras Di Sanggar R’Studio. Surakarta.

Kusumaningdiah, Lusiati. 2016. “Pengetahuan Tari.” : 1–23.

MD, Slamet. 2016. Melihat Tari. Surakarta: ISI Press Surakarta.

MD, Slamet. 2018. Metodologi Penelitian Tari. Pertama. Surakarta: ISI PRESS.

Prasetya, Hanggar Budi. 2013. Meneliti Seni Pertunjukan. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Pratiti, Satwika Rahma. 2019. Garap Gerak Tari Mendhak Kalang Obong. Surakarta.

Rahayu, Sholihah Pratiwi Amin, and Artono. 2022. “Keterkaitan Kearifan Budaya Dan Praktik Ekonomi: Studi Sejarah Kearifan Budaya Etnis Tionghoa Tuban Di Tengah PP Nomor 10 Tahun 1959.” Avatara: e-Journal Pendidikan Sejarah 12(2): 1–7. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/46702.

Richardo, Raco Josef. 2010. METODE PENELlTlAN KUALlTATlF: JENIS, KARAKTERISTIK, DAN KEUNGGULANNYA. Jakarta: PT Grasindo.

Salura, Purnama, and Yenny Gunawan. 2008. “Pertemuan Arsitektur Pantai Utara Jawa: Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Lasem Tuban.”

Saraya, Sasinta Dewi. 2023. Garap Gerak Tari Bedhayan Gemblak Di Tuban. Surakarta.

Sari, Ayu Titis Rukmana. 2019. Deskripsi Karya Tari Amoi. Kediri: Universitas PGRI Kediri. https://repository.unpkediri.ac.id/4245/2/KARYA TARI AMOI.pdf.

Sudarsono. 1977. Tari-Tarian Indonesia 1. Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/13490/1/Tari tarian indonesia 1.PDF.

Supanggah, Rahayu. 2009. BOTHEKAN KARAWITAN II: GARAP. Kedua. Surakarta: Program Pascasarjana dan ISI Press Surakarta.

Supriyanto, Eko dan Soemaryatmi. 2024. Koreografi Konseptual. Surakarta: ISI Press Surakarta.

Tasman, Agus. 2008. Analisa Gerak Dan Karakter. Surakarta: ISI Press Surakarta.

Tyas, Galuh Haryanti. 2020. “Bentuk Dan Fungsi Sandur Di Desa Sukorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban.” Greget Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol.21 No.1.

Widyastutiningrum, Sri Rochana. 2011. Sejarah Tari Gambyong Seni Rakyat Menuju Istana. Kedua. Surakarta: ISI Press Surakarta.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Garap Gerak Tari Amoi Karya Ayu Titis Rukmana Sari. (2026). Jurnal Sitakara, 11(2). https://doi.org/10.31851/wpmzzj76